Langsung ke konten utama

Budidaya Pembesaran Ikan Nila di Kolam Terpal

Baca Juga

Ikan nila (Oreochromis niloticus) bukan berasal dari Indonesia, tetapi dari sungai Nil di Afrika. Ikan nila ini masih sejenis dengan ikan mujair. Tingkah laku dan fisiknya hampir sama dengan mujair. Perbedaan yang cukup mencolok selain warnanya, tubuh, dan pertumbuhan nila lebih cepat dari pada mujair. Pada sirip ekor ikan nila ada garis-garis tegak, sedangkan pada mujair tidak ada sama sekali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Budidaya Pembesaran Ikan Patin di Kolam Terpal

Seperti halnya lele, ikan patin (Pangasius pangasius) termasuk jenis ikan yang dapat mengambil oksigen langsung dari udara. Kondisi ideal lingkungan perairan yang dibutuhkan patin adalah bersuhu 26-32° C, pH 6,7-8,6, CO2 9-20 ppm, dan alkalinitas 80-250 ppm. Patin dapat hidup di air payau hingga 15 ppm. Warna tubuhnya mengilap dengan bagian punggung berwarna biru keabu-abuan. Kepalanya kecil

Cara Budidaya Ikan Belanak di Keramba Jaring Apung (KJA)

Belanak dapat dipelihara di KJA sebagaimana bandeng untuk mempro duksi ikan konsumsi langsung (300-500 gr/ekor). Untuk kegiatan pem besaran di KJA, sebaiknya menggunakan benih gelondongan dengan berat 20-50 gr/ekor dan panjang 7-10 cm. Seleksi perlu dilakukan sebelum benih ditebarkan ke dalam KJA guna memperoleh benih yang sehat dan seragam. Padat penebaran optimal adalah 500-600 ekor/m3 dengan

Budi Daya Kapas: Pembibitan, Persiapan Lahan, Penanaman, Perawatan, Pemupukan, Pengendalian Hama, Panen, dan Pascapanen Kapas

Tanaman kapas sebaiknya ditanam di daerah dengan ketinggian tidak lebih dari 400 m dpl dengan suhu udara 22-35ÂșC. Kelembapannya tidak lebih dari 90% dan lama penyinaran tidak lebih dari 5 jam/hari. Kapas tumbuh baik dengan curah hujan 600-800 mm selama 4 bulan pertumbuhan tanaman kapas atau 1200-1600 mm selama setahun. Agar tumbuh optimal sebaiknya tanaman kapas ditanam pada tanah yang subur,